Sunday, April 24, 2011

rekam cintaMu

Sekian kisah terbilang,
Teramat jelas rekam cintaMu..

Tentang betapa aku malu atas caraMu memaklumiku,
berkali kali..
Dan berkali kali itu juga, aku gagaskan sebuah ejawantah tegas untuk mencintaiMu..
Aku tak pernah berani mengatakan,
Kalau aku belum menemukan diriku, maka aku juga belumlah jelas jelas mendapatkanMu.

Karena nyatanya, aku tau persis bagaimana aku bisa dikalahkan,
Bagaimana aku bisa menang...

Karena nyatanya, Kau selalu hadir dalam setiap dilalogku dengan barisan angin.
Kau selalu hadir setiap kali terik mentari menyapaku, dangan caranya yang arogan itu..

Tapi kadang, Kau tergantikan oleh dingin, dan panas..
Hingga aku berlari mencari kehangatan semu, dan kesejukan palsu.

besok lagi, aku tak ingin begitu.
Tolonglah, wahai cinta...

Karena mencintaiMu, artinya aku siap melakukan hal hal besar untukMu.
Dan, itu hanya akan terjadi, jika Kau membimbingku mencintaiMu..

Bukan,
Bukan karena Kau tak pernah menolongku,
Teramat banyak malah..
Tapi kan, Kau tau..
Betapa lemahnya diriku....

Re: [pembacaasmanadia] Mohon pendapatnya tentang... Cinta

1. setiap interaksi yang kita jalani, akan menuju pada dua kecenderungan, cinta atau tidak suka..

2. lalu rasa ini akan diperkuat oleh momentum yang terjadi, iklim dan musim, juga waktu..

3. rasa cinta atau benci tadi, lahir dari..

kita fokuskan pada cinta saja, bahwa cinta tadi lahirnya dari pesona. pesona dari seseorang yang kita cintai..

dari fisiknya, dari gagahnya, dari caranya tersenyum, dari kepiawaiannya berorasi, dari rapihnya ia mengatur organisasi, dari pintar dan cerdasnya cara ia berfikir, dari bahasanya yang puitis, dari dandanannya, dari jenggotnya, dari ujung jilbabnya, dari earna bajunya, dari sepatunya.. dll...

4. sehingga, perlu kita definisikan, pesona bagian manakah yang paling kuat yang menarik kita untuk mencintainya. atau kombinasi dari yang mana.

5. dari sanalah kemudian, cinta ini dapat dikategori sebagai cinta apa, cinta monyet, cinta napsu, atau yang mana..

6. sebagai bahan untuk menyesuaikan diri dengan rencana yang telah dibuat Allah, dalam hubungannya dengan masa depan kisah cinta kita.

7. mencintai seseorang karena bahasanya yang puitis, dapat terus terpenuhi dg nongkrongin notes fbnya, blog, milist, atau bukunya. hal ini adalah contoh, betapa ketika kita mencintai seseorang, sangat bisa bagi kita merekayasa rasa untuk tidak terfokus pada keinginan memilikinya, atau menikah.

8. lalu ada umur biologis yang menjelaskan kecenderunag mudahnya jatuh cinta seseorang (remaja biasanya). ada yang mengatakan pada masa ini mereka memiliki begitu banyak energi, maka, salah satu cara pembelokannya adalah dengan memadatkan aktifitas, berupa berorganisasi, bersepeda, aquascape, kitmon, ternak tokek, dan lain lain..

9. tidak dapat dipungkiri saat kita jatuh cinta, kita menginginkan perhatian dari seseorang yang kita cintai.

10. maka, pintar pintarlah kita membaca sikap, apakah cinta kita pada si dia berbalas, atau bertepuk sebelah tangan.

11. selanjutnya, ketika seseorang mencintai kita, atau cinta kita ini berbalas, kita masih punya tugas membaca pesan tersembunyi dalam lembaran cintanya ini. seriuskah dia, main mainkah dia, apakah karena nafsu, bagaimana kadar dia menghormati kita, bagaimana dia memperlakukan kita, apa motifnya..

12. dengan kata lain, ketika cinta ini sudah berbalas, sangat penting bagi kita untuk segera meregistrasinya pada pendaftaran ridha Allah, ridha Orang tua.

13. sehingga, kita berada dalam posisi yang terjaga, dari hal hal yang tidak disukai Allah

(sebaliknya, jika Allah menyukai seorang hamba, Allah akan mengumumkannya pada para malikat dan penduduk langit, dan para malaikat akan mengumumkannya pada penduduk bumi)

14. disinilah titik kritisnya, kita tidak pernah tau persis siapa yang akan jadi jodoh, maka, janganlah berlebihan dalam hal mencintai seseorang, atau membenci.

15. sehingga kita memiliki cukup banyak ruang untuk menyesuaikan rencana diri dengan rencana Allah.

16. dan cinta kita padanya ini, juga masih tetap dapat terlaksana dengan baik. kita bisa mngkonsep hubungan yang sesuai dg si dia, kita masih dapat berperan sebgai seseorang yang mencintainya, dengan cara yang baik, yang Allah sukai.

17. Naudzubillah, jika cinta yang tidak berbalas, harus berakhir dengan kebencian..

18. jagoan ya si aki awan ngadongengnya, padahal Wallahualam..

19. Kata Anis Matta, cinta lah, yang memungkinkan dunia kita menjelma penggalan surga.

20. Lalu kita menikah..

21. Dibelakang sana kita meninggalkan sekian kisah cinta,

ada tipe tipe jiwa yang memilih mengendapkannya, dan atau melupakannya. Tapi disatu titik jujur didalam sana, tak dapat dipungkiri, ia masih meninggalkan pendar bahagia.

22. Maka, terlalu jahat diri kita, kalau harus memaksakan cinta, selalu pada orientasi memiliki.

23. Kemudian didepan sana, dengan kekuatan pesona tadi, kita akan jatuh cinta lagi, dua, tiga atau seribu kali lagi.

24. Maka dari itu, sedari pagi, kita harus memproyeksi jiwa untuk tidak terorientasi pada keinginan untuk memiliki.

25. Tapi juga, jangan batasi diri untuk tidak mencintainya. Karena dengan kekuatan cinta inilah, akan lahir banyak variasi kebaikan yang akan kita lakukan pada mereka.

26. dan cinta yang kita bicarakan diatas ini menjadi sangat luas untuk kita buatkan batasnya. atau kita pilih pilih menjadi sub kategori yang kita inginkan saja.

27. cinta yang menggelora jiwa Rasulullah, pada kita. Membuatnya memanggil manggil kita, di akhir hayatnya, bukan Khadijah, Aisyah, atau Fatimah.

28. para guru yang di dalam dadanya penuh oleh cinta, akan dapat memproduksi kesabaran tak hingga, energi luar biasa, untuk menimbuhkan para muridnya.

29. Para muridnya, saat ia mencintai sang guru, hubungannya dengan sang guru akan abadi, tembus generasi..

30. Dokter, tentara, pedagang, praktek cinta inilah yang dapat membuat kita tak terlalu menghitung untung rugi rupiah.

31. Masalah rezeki ini, biarlah ia turun dari Allah sebagai bentuk cintaNya. Yang sudah pasti alamatnya, besarannya..

32. nah, di suatu titik dalam hidup kita, kita tidak lagi mencintai seseorang karena fisiknya.

33. Kita dapat jatuh cinta pada banyak orang pada pesona pesona non fisik, dan pesona non fisik inilah yang akan menjadi modal bagi kita untuk tidak terlibat murka Allah.

34. Sambil kita menjaga kelurusan niat, dan koridor cinta tersebut.

35. Pada banyak contoh dalam konteks diatas, tidak lagi penting bagi kita, apakah mereka mengetahui bahwa kita mencintai mereka.

36. Tapi pada beberapa kondisi yang memungkinkan, dan aman. Rasulullah menyuruh kita mengungkapkan cinta, seperti perintahnya pada Umar, untuk mengungkapkan cintanya pada Abu Bakar, semoga Allah merahmati mereka.

37. Setelah paradigma cinta kita, kita insert dengan variasi definisi cinta. Memungkinkan pola fikir kita untuk berubah.

38. Yaitu pada saat kita membahas cinta yang berorientasi pada pasangan hidup, belahan jiwa, dan pernikahan. Pola fikir kita tentangnya juga akan meluas, lebih luas dari poin poin berupa cantik, ganteng, pintar, baik hati, atau kaya raya..

39. Diberikan seseorang yang sempurna bukanlah jaminan untuk menjadi bahagia.

40. ritme jiwa, dan otak kita. Mungkin akan tersiksa saat mengikuti idealisme dan kesempurnaannya

41. Maka, ide utamanya adalah selalu pasangan yang sesuai, pas, sekufu.

42. Dan begitulah janji dari sang maha pemegang janji, Dia tidak pernah salah merencanakan, memperhitungkan..

43. Lalu, mengapa ada badai, ada kerikil dalm perjalanan rumah tangga? Ya begitulah Allah menciptakan jalan untuk mendewasakan organisasi rumah tangga tersebut.

44. Lalu juga mengapa ada perceraian? Karena begitulah rancana Allah membuatkan rangkaian takdirnya untuk menuju satu takdir pamungkas. Mungkin pada lelaki/perempuab lain lagi.

45. Tapi, kita pun selalu diberikan pilihan, jalan, dan kebebasan untuk bersikap. dalam konsep takdir, atau dalam konteks perceraian, setiap sikap yang kita buat akan menjadi nilai tambah yang akan dijadikan Allah untuk menentukan jalan selanjutnya.

(karena nilai kita ada pada bagaimana kita menjalani hidup, bukan pada capaian kehidupannya, bukan?)

46. Dan dengan konteks takdir inilah kita dapat membatasi diri untuk tidak terlalu menyesali langkah, atau juga tidak terlalu memaksakan diri.

(karena kita yakin Allah sudah punya rencana)

47. Ide akan takdir ini jugalah, yang sangat baik untuk kita pakai dalam memahami bagaimana kita menerima jodoh yang diberikan Allah

(tentunya setelah usaha maksimal kita memperbaiki diri, dan memilih komunitas)

48. Setelah menikah, lalu ada upgrade nilai kolektif keluarga tersebut. Yang harus berjalan maju seirama..

49. Kembali pada bahasan kita mencari jodoh. Maka silahkan saja kita mengagumi, menyukai dan mecintai siapa saja. Yang kita anggap baik secara agama, secara akhlak, dll

50. Tapi kita juga harus cantik bermain peran, dalam interaksi kita dengan si dia.

51. Ada yang dinamakan mengumbar, ada juga yang disebut terlalu menutup diri.

52. Kita tidak berdiri di keduanya.

53. bisa juga kita koleksi dulu mereka yg kita incar, tanpa harus mereka tau. Dan biarkan perjalanan terjadi se alami mungkin.

54. Karena jatuh cinta, hanya menjadi satu bagian dari warna kehidupan kita, jadi jangan dia mengganggu lini lini lainnya.

55. Nah, saat itulah kita memperkuat pinta.

56. Dan adab meminta pada Allah, adalah tidak memaksa, tidak minta dipercepat, dan terbuka atas pilihan sejenis dari Allah, yang bukan spesifik yg kita minta.

57. Sehingga, apapun hasil akhir kisah muqadimah cinta kita, saat ijab qabul nanti. Putuskanlah, dan resapi dalam dalam, bahwa saat itu kita akan mencintai sepenuh hiti istri/suami kita.

58. Karena dengan bekal keputusan tadi, dengan janji bahwa kita akan mencintainya, kita akan terhindar dari godaan keong racun, dan tokek belang.

59. Sekedar menegaskan, bahwa paling indah, jika setiap langkah hidup kita, kita selalu membingkai prasangka, dengan khusnudzon pada Allah swt..

60. Hi hii..

Tidak semua yg aki tulis ini berdasarkan hal serius dan berliteratur pasti.

Jadi never mind lah..

61. Maafin ye, Yuniva..

62. Kata kang Salim, menikah seperti memasuki dunia digital yang 0 dan 1, anugrah atau bencana, sedang masa lajang kita masih pada dunia analog dengan amplitudo kecil, 60, 70, 50, 60 lagi, naik 80, sering juga kita ada di nilai 90..

63. Tapi itu tadi, pada era tertentu dorongan untuk menikah menjadi begituk galaknya, mengalir dari para ustadz, menikahlah pada usia sedikit saja bergeser dari

predikat dewasa. 20an..

64. Karena pesona pesona tadi dapat begitu membutakan kita. Dan dalam bingkai terbaik sekalipun kita hidup, jika suasana itu terjadi, kita akan sangat dapat salah langkah..

65. Yang kemudian kita sendirilah yang akan menilai seberapa tinggikah urgensitas kita untuk menikah, seberapa mendesak?

66. Tapi jangan lama lama, menurut saya. Terutama pada para lelaki, ikhwan..

77. Pemikiran kita tentang menjaga diri, menjaga para perempuan/akhwat. Hanya dapat dinilai terealisasi sempurna jika para lelaki tidak menunda2 menikah, padahal syarat2 besarnya telah ia penuhi.

68. Sehingga, setelah dibekali rasa suka/cinta, dan cuku juga dengan bekal pemahaman, lalu sedikit nilai ekonomi. jangan terlalu banyak perhitungan. Menikahlah..

69. Kemudian, paket pernikahan ini, juga harus menjadi bayangan bagi para calon, untuk dipahami bukan sebagai paket kebahagiaan saja. Tapi akan ada juga badai, yang menjadi bumbunya.

70. Sehingga ketika kita telah menyadarinya akan hal itu, kita tidak akan sempat terkejut.

71. Tapi juga, jangan! Jangan sampai ia menjadi hantu yang terlalu menakuti kita.

72. Sehingga apapun episodenya nanti, bagaimana kita menjalaninya ia akan tetap terkategori diredhoi Allah. Dan berbuah nilai, pahala.

73. Dan yang paling penting, sebagian besar dari apa yang aki tulis diatas, adal buah dari sok tau saja..

74. Sangat mungkin salah, jangan terlalu dipercayai.

Saturday, April 2, 2011

mengurai rumit

berdua denganmu..
mengkapitalisasi amal bersamamu,
mengintegrasi bahagia
dan melipat kali cinta

bersamamu
adalah mengurai rumus rumus jiwa,
mengejawantah, menjadi identitas paripurna
lalu berlari mendewasa

membijak, mengkompromi cita.
memupuk segudang sabar, menjadi kilau permata
dan menikmati klasifikasi perjuangan.
lalu belajar melankolis dengan sang maskulin

dan..
sebenarnya tidak pernah serumit itu.
apa yang ada dalam bening tatapmu,
apa yang kau sebut dalam sapa
dan seulas senyum

aku tau, tentang apa semua itu, cinta..
melengkapi kata yang hilang dari rangkai bahasamu.

Thursday, March 24, 2011

tunggu aku di jembatanmu

Mengingatmu,
Bukan sekedar tanah basah dan genangan air saja
Atau ikan gabus dan belida..

tentang mereka yang tercinta..
Menatap wajah wajah unik, bergurat tajam dan tegas
Suara suara keras, membahana jalan dan sungai

Kemudian,
Senandung cinta..
tunggu aku di jembatanmu..

Dan aku tau, bahasa cinta yang tepat untukmu, untukmu..
Bukan dengan bait puisi,
Cukup kucium tanganmu, satu persatu
Dan kuhadirkan diriku utuh disana.

Wednesday, March 16, 2011

aku rindu padamu..

aku rindu padamu..
pada duduk santaimu disisi tidurku
pada celoteh ceriamu tentang pagi cerahmu
pada senyum manjamu...

aku selalu merindukanmu,
aku merindukanmu, setelah satu jam saja perpisahan
aku merindukanmu, pada waktu waktu sendiriku
aku merindukanmu, di tengah ramai hariku

karena aku mencintaimu..
ukhty..
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1193004900402&set=a.1040531088652.2009377.1086790026

kuharap,
aku selalu memiliki jiwa yang kuat, mengiringi zamanmu
memiliki raga pundak yang kuat, menyangga tidurmu
dan semangat yang hebat, mengejar kemanapun kau berlari.
juga cinta yang banyak, mencukupi kebutuhanmu..

Sunday, February 27, 2011

menyadari

Menyadari tentang..
Senyum kecilmu mengungkapkan,
Bahwa kau tau aku mencintaimu
Ahh, ini sungguh menentramkan

Qurotta a'yun.
bersamamu, membuatku memahami
Tentang begitu luas dan putihnya makna cinta..
cukup bagiku, saat ia mendegup dalam kehadiranmu, dalam tatapanmu..

film

sebenernya, tidak begitu nyata bagi kami, kapan film kita mulai terlelap, atau mati suri itu..
yang kami ingat adalah, saat kami masih kanak kanak dulu, ada film "Petualangan Sherina"
dan ketika kami beranjak dewasa datanglah "AADC".

tepat setelah itu, pilihan didepan kami mulai berangsur membanyak. mereka berdatangan dengan jubah putih berkuncup menutup ujung kepala hingga ujung. sampai pakaian supermini, atas kena bawah kena.
untungnya bagi kami, sedikitnya, dari yang sempat kami ingat, ada Janji Joni, Gie, Laskar Pelangi, Alangkah Lucunya negeri ini, ketika cinta bertasbih, Emak Ingin Naik Haji, Sang Pencerah.

ahh...
3Hati 2Dunia 1cinta, hampir lewat..
yang terakhir ini, membuat kami menyadari, setelah atau sebelumnya kami pelajari, bahwa, film tak baik dengan promosi hebat akan pasti lebih laku dari film baik yang kurang promosi..

oo iya,
jangan sampai lupa, ada tema tema menarik yang terkategori tontonan baik menunggu didepan sana: Rumah Tanpa Jendela, Rindu Purnama

entahlah, belum pasti bagi kami, bagaimana sebuah karya baik menjadi hidup dan berkembang, atau sebaliknya, yang tak patut dimata kamilah yang laku.
tapi sederhananya bagi kami adalah.
rating penonton di teater, ini lebih nyata, lebih berakibat, dari penghargaan penghargaan yang mereka terima beberapa bulan kemudian.

tentunya, kami sangat menghormati pilihan pilihan lain dari saudara saudara kami yang tak hendak datang ketempat tertutup nan gelap itu..
dengan berbagai alasan baik tentunya. dan hal tersebut tak dapat menjadikan kami lebih baik dari mereka, atau sebaliknya.

logika kecil kecilan kami, membisikkan, bahwasannya jenis penonton disana akan sesuai dengan film yang mereka tonton, begitupun niat, dan aktifitas yang mereka lakukan.

sehingga, ketika film film baik ini sepi penonton, yang kemudian berakibat makin sedikitnya yang mau membuat film jenis ini. ini adalah jalan bagi film jenis lainnya untuk berkembang, dan penonton dengan jenis lainnya tadilah yang akan mengisi teater teaternya, dengan aktifitas yang menurut kami tak layak, tak disukai Tuhan.

tapi lho,
yang paling mendasar atas kami menulis ini adalah, kami suka menonton, kami suka mendengarkan cerita, kami suka membaca novel..

adalah certa lain ketika kami mendapat tambahan hikmah, motivasi, semangat, dan hal hal positif yang membangun kami sebagai individu, bagi keluarga kami, dan menjadi kesadaran bagi masyarakat kami untuk membangun peradaban yang lebih baik.

atau sebaliknya, pada awalnya, beberapa dari kami tak begitu suka menonton film, tapi karena promosi tentang sesuatu yang menarik hati kami ada didalam sana, maka kami penasaran untuk melihatnya..

inilah penasaran,
ketika penasaran penasaran tersebut tidak memberi ruang pilihan, atau sedikit sekali memberi ruang pilihan bagi hal hal baik, dibandingkan dengan, apa apa yang sudah diklaim laku dipasaran, oleh para sineas bisnisan..
maka, jangan marah kalau merekalah yang menang.

entahlah, kami hanya ingin menikmati (pada awalnya) film film yang berkualitas, berkualitas secara cerita, sehingga membuat kami mendapat banyak tambahan kebaikan darinya, berkualitas secara penggarapan, secara akting. sehingga misi misi kebaikan tadi membekas kuat pada jiwa kami. sehingga diantara mereka, para sineas, para aktor dan aktris, terjadilah yang kita sering sebut berlomba lomba dalam kebaikan. bukan sekedar berlomba mencapai sebesar besarnya keuntungan.

mudah, dan bebas bagi Allah, untuk menjadikan apa yang dapat kami pilih sebagai tontonan ini menjadi jalan hidayah, dan ujian, godaan..